Minim Prasarana , Nelayan Butuh Perhatian : Pembina Kasta NTB Hasan Gauk Kritisi Diskusi Fokus Lotim

161

SELAPARANGTV.ID- Pembina Kajian Advokasi Anggran (KASTA) NTB DPD Lotim, Hasan Gauk mengkritsi diskusi yang digelar Fokus Lotim tadi malam di Cafe Mogen, Komplek Pertokoan Pancor (PTC), Kecmatan Selong, Lombok Timur yang dihadiri pejabat daerah .

Dalam diskusi itu kata Hasan, narasumber di fokus Lotim hanya membahas lima (5) prioritas yaitu pemberatasan kemiskinan, pertanian, infrastruktur pariwisata, peningkatan pelayanan dasar kesehatan, pendidikan, dan pelayanan kependudukan, dan terakhir peningkatan kualitas SDM.

“Dan yang tak diperhatikan di atas adalah masalah nelayan. Padahal kalau saja sumber laut dikelola di Lotim ini jauh lebih besar potensinya untuk Pendapatan Asli Daerah (PAD) dibanding yang prioritaskan,” katanya Sabtu (16/01).

Selama ini citra kemiskinan nelayan di NTB, khususnya di Lombok Timur sebenarnya sangat miris dan terdengar ironi, padahal kalau mengacu dengan negeri ini, wilayah laut sangat luas lebih luas dari wilayah daratannya.

“Seharusnya pemerintah harus merasa malu atas ketidak becusan mereka mengelola laut, di mana kita tahu bahwa daratan kita jauh lebih kecil dibanding laut kita,” sebutnya.

Lebih lanjut Hasan membeberkan bahwa di wilayah laut juga terdapat berbagai sumberdaya yang memiliki potensi ekonomi yang sangat melimpah, yang semestinya dapat dimanfaatkan untuk menjamin kesejahteraan hidup masyarakat nelayan beserta semua keluarganya.

“Andaikan anggaran yang dikelola Kabupaten Lombok Timur yang mencapai 3,1 Triliun untuk 5 prioritas di sisihkan kepada nelayan 200 Milyar untuk prasarana pembelian kapal sebagai wadah pengangkatan hasil tangkapannya, maka tidak hanya hasil laut, tapi juga hasil pertanian, UMKM akan mampu dikirim ke berbagai daerah. Jika itu ada maka dipastikan akan mampu meningkatkan taraf hidup mereka dan tentunya daerah juga mendapatkan PAD dari sana,” tegasnya.

Namun selama ini pemerintah menurut Hasan, belum mampu menjembatani nelayan kita. Padahal sumber laut seperti ikan dan sejenisnya dari hasil nelayan per dua hari mampu menghasilkan puluhan ton. Tapi yang menjadi kendalanya juga yaitu minimnya prasarana pasar sehingga nelayan kita malas-malasan.

Untuk itu Pembina KASTA NTB Hasan Gauk sekaligus pemerhati nelayan Lotim, hadir memberikan arahan kepada nelayan Lobster untuk memasarkan hasil tangkapannya. Di mana sebelumnya nelayan itu hanya mampu meraup keuntungan yang jauh dari harapan dibanding dengan pengeluaran mereka.

“Alhamdulillah, dengan akses pasar yang kami sodorkan, sekarang nelayan bisa merasakan asas manfaat yang sebelumnya tak pernah mereka duga-duga,” imbuhnya sembari mengatakan pemerintah Lotim memiliki Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dan keberadaan BUMD itu seharusnya di optimalkan.

Sehingga ia berharap pemerintah daerah seharusnya memberikan solusi dan ikut terlibat mencarikan pasar domestik. Lebih- lebih juga pasar Ekspor Impor.

Terpisah Kepala Badan Pendapatan Daerah (BAPPENDA) Kabupaten Lombok Timur, Muhammad Azlan saat dikonfirmasi melalui via WhatsApp yang hadir sebagai narasumber dalam diskusi Fokus Lotim mengatakan, bahwa apa yang disampaikan pada acara diskusi tersebut memang dibenarkan dan itu secara umum sebagai prioritas pelaksanaan kegiatan di Lotim.

“Itu secara umum, dan tidak mungkin kita hapal sub program secara rigid, tetapi untuk pemberdayaan sektor perikanan atau nelayan pastinya ada,” kata Azlan .

Dan untuk program di bidang perikanan pemerintah menganggarkan sebesar Rp. 4 Milyar lebih terdiri dari program pengelolaan perikanan tangkap Rp 1,6 M lebih, program pengelolaan perikanan budidaya Rp. 1,7 M lebih dan program pengolahan dan pemasaran Hasil perikanan sebesar Rp. 547 juta.

Namun untuk program yang diusulkan dari pemerhati nelayan Lotim Azlan belum bisa menjelaskan, tapi menurutnya itu sebagai masukan yang membangun buat pemerintah kedepannya. (STV-2)