Tingkatkan IPM Melalui Optimalisasi Zakat, Bupati : Guru Harus Paham Manfaat Zakat yang Terkumpul

19

SELAPARANGTV.ID- Bupati Lombok Timur H. M. Sukiman Azmy meminta seluruh kepala Sekolah Menengah Pertama (SMP) sederajat, baik negeri maupun swasta yang ada di Lombok Timur agar dapat meningkatkan harapan lama sekolah di daerah ini sebagai salah satu indikator indeks pembangunan manusia (IPM). Salah satu upaya yang dapat dilakukan menurut Bupati adalah mencegah terjadinya drop out (DO) utamanya yang disebabkan oleh pernikahan usia anak.

Hal tersebut disampaikan Bupati pada rapat koordinasi dengan Kepala SMP dan Kepala UPTD Dikbud se-Lombok Timur yang berlangsung Kamis (7/1) di Masjid Kantor Bupati. Mengawali sambutannya Bupati terlebih dahulu mendoakan seluruh tim TRC BPBD Lombok Timur yang mengalami kecelakan pada Rabu (6/1) sehingga mengakibatkan dua orang meninggal dunia, dan lainnya luka-luka.

Pada kesempatan tersebut Bupati juga meminta kepala UPTD agar mefasilitasi lembaga yang menyelenggarakan pendidikan luar sekolah yang dimaksud. “Dengan penyelenggaraan pendidikan luar sekolah ini kita harapkan dapat mendongkrak IPM Lombok Timur melalui sektor pendidikan,” pintanya.

Selain itu, Bupati juga mengultimatum para kepala sekolah yang belum menerapkan protokol kesehatan di sekolahnya. “Saya akan menutup kembali sekolah jika pada tahap evaluasi hingga akhir pekan ini sekolah belum mematuhi protokol kesehatan,” tegas Bupati.

Sikap tegas yang disampaikan Bupati tidak lain untuk memberikan kesadaran kepada sekolah untuk tetap menerapkan Prokes, hal ini mengingat dari segi jumlah kasus Covid-19 di Lotim masih masuk dalam empat besar dengan jumlah kasus mencapai 718 kasus (06/01). “Maka dari itu, saya tidak menginginkan sekolah menjadi klaster baru penyebaran covid-19,” terangnya.

Dalam rapat yang juga menjadi tindak lanjut rakor bersama Baznas sehari sebelumnya ini, Bupati mengingatkan para kepala sekolah dan UPTD untuk memberikan pemahaman terkait zakat profesi yang harus dibayarkan. Bupati meminta tidak ada lagi jajaran guru yang hanya membayar infaq/sadaqah, melainkan zakat profesi sesuai ketentuan.

“Zakat ini dikecualikan bagi guru dan ASN yang termasuk golongan mustahiq karena pendapatannya malah minus, dengan catatan bukan akibat pembiayaan konsumtif,”ujarnya.

Bupati juga mengungkapkan kepada para guru harus memahami bahwa zakat yang terkumpul dimanfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, termasuk ASN dan Guru.

Baznas Lombok Timur dalam upaya mengoptimalkan potensi zakat tidak hanya melalui ASN dan Guru. Karenanya koordinasi dengan sejumlah pihak terkait terus diupayakan. (STV)