Pemda Tingkatan Produktivitas Pertanian Melalui BPP

32

SELAPARANGTV.ID- Wakil Bupati Lombok Timur H. Rumaksi Sj menerima kunjungan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian beserta rombongan pada Rabu (21/10) Ruang Rapat Bupati. Kunjungan ini dimaksudkan me-launching Model Balai Penyuluh Pertanian (BPP) di Kabupaten Lombok Timur, kegiatan itu dihadiri jajaran Forkopimda, Dinas Pertanian, dan Kostratani.

Wakil Bupati pada kesempatan tersebut menyampaikan, salah satu persoalan pertanian di daerah ini selain keterbatasan sarana adalah kurangnya jumlah penyuluh lapangan.

Wabup mengaku Pemerintah Daerah telah berupaya optimal untuk memajukan sektor pertanian sebagai salah satu sektor penting, mengingat sebagian besar masyarakat Lombok Timur masih bergantung di sektor ini. “Keterbatasan yang kita miliki, penyebab belum optimalnya upaya yang kita lakukan,”katanya.

Selain itu, disebutkan pula bahwa permasalahan petani tidak hanya terkait produksi, melainkan juga pasca panen termasuk distribusi.

Kepala BPPSDMP Kementerian Pertanian Dedi Nursyamsi menyampaikan, Kementerian sesungguhnya telah berupaya mengakomodasi kebutuhan penyuluh pertanian yang di hampir semua daerah mengalami kekurangan, baik secara kuantitas maupun kualitas. Rencananya setiap tahun akan ada penambahan 2850 penyuluh hingga lima tahun ke depan. Penambahan penyuluh dapat dilakukan di daerah penyelenggara food estate, termasuk di Nusa Tenggara Barat.

Dedi menegaskan kunjungan ini merupakan langkah kerja sama membangun SDM pertanian di Lombok Timur, melalui pemberdayaan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP), Penyuluh pertanian, dan petani. “Kementerian memiliki program Komando Strategis Pembangunan Pertanian (Kostratani) tingkat kecamatas,” jelasnay.

Program ini pada dasarnya adalah pemberdayaan BPP di mana yang diberdayakan adalah sarana prasarananya, termasuk sarana IT yang dilengkapi internet. Hal ini diharapkan dapat dapat menghubungkan BPP dari tingkat pusat ke tingkat paling bawah dan memangkas birokrasi. Pada ujungnya upaya ini adalah untuk meningkatkan produktivitas dan hasil pertanian sesuai potensi daerah. (STV-4)