Dimasa Pandemi Covid, Bappenda Optimis Dapat Mencapai Terget

20

SELAPARANGTV.ID- Meski ditengah pandemi covid, Badan Pendapatan Daerah (Bappenda) Kabupaten Lombok Timur optimis dan terus berupaya untuk meningkatkan capaian target PAD untuk Kabupaten Lotim .

“Kita terus memaksimalkan kinerja agar bisa mencapai target, seperti melakukan perubahan,” kata Pelaksana Tugas (PLT) Bappenda M. Azlan Senin, (12/10).

Untuk meningkatkan pendapatan , pihaknya melakukan pembenahan yakni sebagai inisiator bersama Polres, Bappenda, dan beberapa pihak dari Kecamatan dalam bentuk dana bagi hasil pajak kendaraan.

“Kita sebagai inisiator dal pihaknyam sosialisasi Taat Pajak Kendraan bermotor Menuju Transportasi Sehat. Dan bekerjasama dengan Bappenda Provinsi NTB, pihak Samsat dan Polres Loraanimur,” tuturnya.

Adapun sosialisasi perdana lanjut Azlan, digelar di Rupatama yang dibuka oleh Wakil Bupati H.Rumaksi,SJ yang dihadiri oleh Toga, Toma, Kepala Lingkungan dan Lurah se Kecamatan Selong dan Labuhan Haji.

Sedangkan untuk sosialisasi tahap dua ditambahkannya, dilaksanakan pada tiga Kecamatan, yakni Kecamatan Terara, Sikur dan Montong Gading. Kemudian sosialisasi tahap tiga di Kecamatan Pringgabaya dan Suela yang digelar pada bulan September lalu.

“Alhamdulilah kontribusi yang telah diberikan Pemerintah Provinsi NTB dari hasil kerjasama tersebut, kita telah mendapatkan tambahan dana bagi hasil senilai 4 milyar,” tambahnya.

Selain itu, status kantor samsat yg semula berstatus sewa dan berkontribusi sebesar 550 juta per tahunnya. Setelah Pemda Lotim memberikan dalam bentuk hibah dan direspon baik oleh Pemerintah Provinsi dengan memberikan kontribusi dengan memberikan Dana Bagi Hasil sebesar 2,7 milyar. Hal itu merupakan apresiasi yang diberikan, karena Lotim merupakan wilayah dengan kendaraan terbanyak.

Lebih jauh disampaikan Ketua ULP tersebut, potensi itu didapatkan dari pajak Kendraan Bermotor dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor(BBNKB)

Lanjut Azlan, dari Hasil Rapat Evaluasi dan Koordinasi APBD hari ini, 12 Oktober 2020. Jumlah realisasi pendapatan Bapenda yg terdiri dari Pendapatan Aseli Daerah(PAD) serta dana perimbangan dan lain lain pendapatan yang syah menunjukkan hasil yang memuaskan.

Betapa tidak, jumlah realisasi pendapatan yang syah, dana perimbangan dan lain lain sampai pertanggal 8 oktober 2020 mencapai 78,84 persen. Kemudian, realisasi belanja tidak langsung sebesar 62,72 persen. Sedangkan untuk PAD tahun ini, Bappenda unggul dari semua OPD dan telah merealisasikan sebanyak 105 milyar.

Dikatakan Azlan, dari Hasil Rapat Evaluasi dan Koordinasi APBD tersebut, Bupati menekankan, khususnya bagi OPD yang memiliki Dana Alokasi Khusus(DAK) yang realisasinya masih rendah untuk mengejar ketertinggalannya dalam waktu kurang lebih 2 bulan.

“Tentunya, jika dibandingkan dengan tahun lalu, capaian Bappenda Lotim tergolong memuaskan, meski ditengah situasi pandemi,” imbuhnya.

Ditanya tentang target prioritasnya kedepan, ia menjawab, bagaimana meningkatkan PAD Lotim lebih baik. Sebagaimana teori Otonomi Daerah, bahwa Pemerintah dinyatakan berhasil apabila desentralisasi fiskal mengalami peningkatan. Itu berarti bahwa, ketergantungan Pemerintah Daerah pada Pemerintah Pusat berkurang.

Lebih jauh ia sampaikan, jika mengacu pada teori ekonomi bahwa permintaan akan efektif apabila, didukung oleh dayabeli, tidak mungkin memaksakan kewajiban masyarakat ketika pendapatan ekonomi masyarakat stagnan(tidak berkembang) atau bahkan menurun.

“Kita berharap, agar pengeluaran dan pendapatan kita bisa seimbang sehingga capaian kita pun sebagai pelayan pada birokrasi juga maksimal sebagaimana arahan
Bupati,”tutupnya (STV-4)