17 Warga Lotim di Deportasi dari Malaysia

28

SELAPARANGTV.ID- Sebanyak 48 warga negara Indonesia berasal dari Nusa Tenggara Barat (NTB) sebagai Pekerja Migran Indonesia di Deportasi dari Negara Malaysia. Mereka dipulangkan lantaran tidak memiliki dokumen resmi atau ilegal saat bekerja.

Kepala Bidang Pelayanan Penempatan Tenaga Kerja (PPTK) Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Lombok Timur M. Hirsan mengatakan, dari 48 warga NTB, 17 diantaranya merupakan warga Lombok Timur tersebar di 8 Kecamatan yang ikut dipulangkan melalui jalur darat. Mereka ketahuan bermasalah, sehingga harus dipulangkan. Namun sebelum dipulangkan ke Daerahnya, terlebih dahulu mereka di karantina selama 14 hari.

“Sebelum mereka dipulangkan, pihak Disnakertrans Provinsi Kalimantan terlebih dahulu memastikan mereka tidak membwa virus Corona sehingga mereka di karantina, ” Kata Hirshan Selasa (30/06).

Dilanjutkannya berdasarkan informasi dari Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) bahwa seluruh biaya pemulangan PMI Ilegal ini sepenuhnya ditanggung oleh pihak BAZNAS Provinsi. Adanya deportasi ini maka pihak Disnakertran Lotim bisa mengetahui seberapa besar tingkat kesadaran masyarakat yang tidak mengikuti prosedur secara resmi saat menjadi Pekerja Migran Indonesia (PMI).

Masih kurangnya kesadaran masyarakat tentang pentingnya perlindungan diri menjadi atensi Dinas ketika mereka bekerja sebagai PMI Ilegal. Padahal jika mereka berangkat sesuai prosedur maka keberadaan mereka akan lebih aman sesuai UU 18 yang mengatur semuanya mulai dari pelatihan sebelum berangkat, penempatan, sampai jaminan perlindungan ketika mereka pulang sudah tertera .

“Sehingga peran dari Pemerintah Desa kita harapkan untuk sekiranya menginfokan kepada masyarakatnya untuk bekerja secara aman keluar negeri yakni melalui jalur resmi agar tidak terjadi hal seperti ini lagi,” Harapannya

Sementara itu, untuk mengetahui keberadaan PMI Ilegal asal Lotim pihak Dinas selu menjalin komunikasi dan koordinasi baik itu dari BP3TKI dan Disnakertrans Provinsi Kalimantan.

Hirsan juga mengatakan berdasarkan info dari Perusahaan bahwa negara Malaysia sangat berdampak sekali akibat adanya pandemi covid-19. Sehingga tidak menutup kemungkinan akan banyak lagi masyarakat Indonesia yang akan di pulangkan baik yang Legal maupun Ilegal. (STV-4)