Kebijakan Dispar Batasi Wisatawan Menuai Pro-Kontra dan Perlu Dikaji Bersama Anggota Dewan

28

SELAPARANGTV.ID- Melihat kerumunan manusia hingga mencapai 9 ribu orang di Pusuk Sembalun Kabupaten Lombok Timur pada Minggu lalu setelah dibukanya kembali objek wisata oleh Dinas Pariwasata Lotim. Dengan kejadian tersebut lantas Dispar mengambil kebijakan yakni membatasi wisatawan. Namun kebijakan tersebut menuai pro-kontra di masyarakat.

Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah Lotim Ahmad Roji, angkat bicara terkait kebijakan yang dilakukan Dispar . Menurutnya apa yang dilakukan Dispar adalah yang terbaik untuk mengurangi kerumunan massa ditempat tersebut yang bisa berdampak pada penularan Covid-19 kepada pengunjung dan masyarakat lokal. Namun tentunya kebijkan itu seharunya perlu dikaji bersama anggota Dewan untuk bersama-sama memikirkan solusi lain tanpa harus menggangu rencana masyarakat untuk berwisata.

“Sya kira semua orang ingin berwisata , namun tentunya harus menerapkan standar protokol kesehatan. Wisatawan seharusnya jangan diganggu , dan pemerintah bisa mengambil solusi lain agar mereka tetap berwisata,” Ujarnya Senin (29/06).

Dia juga menyayangkan hajat wisatawan luar Lotim yang tidak terpenuhi, lantaran harus disuruh balik padahal mereka juga kesana tidak gratis. Disana mereka akan bertransaksi dan ikut berkontribusi terhadap perekonomian masyarakat lokal dengan membeli makanan yang disajikan seperti stroberi dan sebagainya.

Ahmad Roji kembali menegaskan bahwa kebijakan yang dilakuan oleh Kadispar tentunya sudah melalui berbagi pertimbangan sehingga dikeluarkan. Oleh karena itu masyarakat jangan langsung menghujat pihak Dispar. Sebab ditengah pandemi ini, pemerintah sangat memikirkan kondisi masyarakat lokal dan pengunjung, jika mereka tetap dalam kerumunan seperti sebelumnya, tidak menutup kemungkinan akan ada yang terkena virus Corona.

“Kan berbahaya bagi warga, jika tetap terjadi kerumunan kemudian mereka ada yang terkena virus pada waktu itu maka akan banyak masyarakat yang tertular , sehingga pemerintah berpikir cepat untuk menyelamatkan masyarakat dari virus yang mematikan,” Ujarnya

Namun disatu sisi pemerintah dalam mengambil kebijakan pada kondisi ini mengalami kecaman, ketika wisata dilonggarkan maupun ditertibkan. Untuk itu pemerintah dalam hal ini Dispar mengambil langkah tengah yakni membatasi wisatawan yang berkunjung terutama wisatawan di luar Lotim.

Sementara itu kata Roji, solusi kerumunan Pusuk Sembalun itu seharusnya diurai dengan melaksanakan standar protokol kesehatan seperti pemeriksaan dan lain sebagainya jangan membeda-bedakan asal mereka , yang penting mereka sehat dan suhu tubuh mereka dibawah 38 derajat Celcius .

“Seharusnya kalau sudah menerapkan protokol kesehatan, maka perjalanan wisatawan jangan disia-siakan . Kasian mereka jauh-jauh ingin berwisata untuk menikmati indahnya kawasan di Pusuk Sembalun karena tidak ada objek wisata yang mirip seperti ini di NTB,” Tutup Ahmad Roji (STV-4)