Bertengkar Sama Pacar Lewat HP, Seorang Pemuda Ditemukan Tewas Gantung Diri

537

SELAPARANGTV.ID-. Ditemukan mayat laki-laki dengan kondisi leher bekas terjerat tali di kos-kosan khusus pria, di Dusun Anjani Barat Desa Anjani Kecamatan Suralaga, pada Sabtu, ( 27/06) sekitar pukul 10. 30 wita.

Kapolsek Suralaga melalui Kanit Reskrim Polsek Suralaga BRIPKA Lalu. Asri Wud’I, SH. membenarkan bahwa di temukannya salah seorang mahasiswa gantung diri di kamar kosnya, yang sudah di temukan tidak bernyawa. Dan korban diduga bunuh diri dengan cara gantung diri.

Korban diketahui sebagai mahasiswa semester VI bernama Senewadi (22) asal Lombok Utara, dan tinggal di Kos- kosan khusus pria Darul Absor, Dusun Anjani Barat, Desa Anjani Kecamatan Suralaga.

L. Asri Wudi juga menjelaskan kronologis kejadian yang menyebabkan korban bunuh diri. Awalnya korban an. SW bertengkar melalui sms dan telpon dengan kekasihnya yang bernama VD T.H, saat itu korban melalui telpon mengancam akan menggantung diri jika kekasihnya tidak datang kekosnya dalam waktu 30 menit.

Namun saksi yang sekaligus pacarnya mengira ancaman korban hanya bercanda. Kemudian datang lagi sms dari korban kepada kekasihnya yg meminta saksi datang kekos korban dalam waktu 15 menit, jangan sampai terlambat.

Saat itu perasaan saksi tidak enak sehingga iya menelpon korban, namun tidak diangkat, sehingga korban bergegas menuju ke koskosan korban yang berjarak 500 meter dari asrama saksi dengan cara berjalan kaki.

Setelah sampai, gerbang kos-kosan korban dalam keadaan terkunci, lalu saksi menggedor gerbang kemudian keluar saudara Ishak membuka gerbang kos tersebut. Lalu saksi bertanya kepada ISHAK ” mana kak sene” dan dijawab ” mungkin dikamarnya, cari saja”. Sahutnya

Saksi menuju ke kamar korban dan saat membuka pintu saksi VD (pacar korban) tersebut lantas terkejut ketika menemukan korban SW sudah dalam keadaan leher terikat kabel dan badan tergantung menempel ditembok, kemudian saksi VD berusaha menolong dengan cara menarik tali yang menjerat leher korban dengan keras hingga tali tersebut terlepas dari tembok.

Kemudian saksi VD berusaha membangunkan korban, namun korban tidak juga bergerak, kemudian saksi menelpon adiknya yang bernama Viki untuk meminta bantuan, kemudian Viki datang dan bersama saksi M.Zainudin dan mereka berusaha membawa korban dengan sepeda motor menuju ke puskesmas Lenek. Dipuskesmas korban Senawdi dinyatakan meninggal oleh dokter dengan luka bekas jerat tali pada leher.

Menurut saksi an. VD (pacar korban) bahwa iya adalah orang yang pertama menemukan korban didalam kos kosannya, adapun saksi datang ke kos- kosan tersebut karena saksi bertengkar lewat sms dan telepon dengan korban tentang masalah asmara.

Kemudian korban mengancam saksi dengan mengatakan akan gantung diri, namun saat itu saksi menyangka korban hanya bercanda, kemudian saksi berusaha menelpon korban berkali kali namun tidak diangkat, lalu korban menyuruh saksi untuk datang ke kosnya melalui sms dengan mengatakan ” ayuk kesini kamu sebelum terlambat.

Mungkin 15 menit lagi, pintuku ndak ku kunci” lalu saksi berusaha menelpon korban, namun tidak diangkat, karena khawatir kemudian saksi bergegas mendatangi kos korban dan membuka pintu kos tidak terkunci dan menemukan korban dalam keadaan tergantung tali dan badannya menempel pada tembok, kemudian saksi berusaha menolong korban dengan cara menarik tubuh korban hingga tali yang menjerat leher korban terlepas dari tembok, dan tubuh korban terjatuh dilantai. Kemudian saksi menelpon adiknya yg bernama VD dan meminta pertolongan.

Hasil pemeriksaan awal di TKP, Dalam tubuh korban di temukan luka segaris bekas jeratan tali pada leher. Ditemukan kabel listrik yang di ikat berbentuk sampul yang diduga digunakan oleh korban untuk mengikat dan menggantung lehernya sendiri. Tidak ditemukan tanda tanda kekerasan atau tanda tanda perlawanan di TKP ( kos kosan milik korban). Tidak ada barang yg hilang di koskosan korban.

Berdasarkan dari pemeriksaan luar tim medis puskesmas LENEK menerangkan bahwa pada bagian leher terdapat luka bekas jeratan tali segaris.

Dugaan sementara korban SW depresi karena bertengkar dengan kekasihnya VD kemudian dengan menggunakan kabel miliknya sendiri membuat sampul diikat pada paku beton yang terpasak ditembok yang kemudian diikatkan kelehernya sendiri.(STV-4)