Pemda Lotim Akan Mengggelar Uji Kompetensi Ke 35 Pejabat Eslon II

42

SELAPARANGTV.ID – Pemerintah Daerah Lombok Timur Tahun akan melakukan uji kompetensi atau pembenahan terutama dalam pengisian birokrat yang ada khususnya bagi pejabat eslon II.

Sekertaris Daerah Kabupaten Lombok Timur, Drs H. M. Juaini taufik, mengatakan Pemda akan melakukan uji kompetensi untuk pejabat tingkat eselon II, sebanyak 35 orang dari 38 pejabat eselon II.

Ia juga mengatakan bahwa saat ini untuk jumlah peserta uji kompetensi itu sebanyak 35 orang sesuai dengan izin dari komisi aparatur sipil negara (ASN), untuk di ketahu terkait jumlah pejabat eselon II itu sebanyak 38 orang dan dari 38 orang itu yang ikut sekarang ini adalah 35 orang sedangkan untuk yang 3 orang ini ada Sekretaris Daerah (SEKDA), sekda ini pun masih di kelompok jabatan yakni pejabat semi pratama, kedua kepala BPKAD karena belum setahun, dia baru 3 bulan dan yang ketiganya kepala dinas Peternakan dan kesehatan hewan itu masih kosong sehingga harus lewat Pansel. Ungkapnya, Sabtu (27/06/2020)

“Ia juga menjelaskan kalau peserta sebanyak 35 itu tidak mengikuti tes uji kompetensi maka di anggap mengundurkan diri dan bupati punya hak untuk menonjobkanya”. Ucap Sekda

“Penyesuaian pejabat itu ada 2 yakni dengan cara rolling dan promosi, akan tetapi syarat promosi itu, sekarang kan harus kosong dulu di dalam jabatan itu sehingga baru bisa di promosikan, itupun harus melalui pansel”.

Lanjut Sekda, tujuan uji kompetensi ini ialah menghadirkan pejabat pimpinan tinggi pratama yang sesuai dengan jabatan yang sedang di emban, dari sinilah kita bisa lihat profesionalnya yang sesuai dengan yang diatur dalam PP 11 tahun 2017 tentang manajemen aparatur sipil negara itu di jelaskan bahwa pejabat pembina kepegawaian juga tidak bisa langsung menggunakan kewenangannya. Katanya

Sekda juga mengatakan adapun yang menjadi penilainya nanti kita sudah siapkan dari pejabat pembina kepegawaian, team independen yang di datangkan dari perguruan tinggi atau akademisi dari UNRAM, selain itu ada juga dari tokoh masyarakat, dalam penilaiannya nanti dilihat dari 3 hal yakni pertama ada kompetensi manajerial, kompetensi tehnis, dan kompetensi sosioculutral, namun demikian untuk lahirnya sebuah kompetensi itu juga dilihat dari riwayat pendidikannya, pengalaman kerja. (Stv_5)