PD. Agro Selaparang Siap Ganti Paket Tahap II yang Rusak dan Hilang

88

SELAPARANGTV.ID-Jaring Pengaman Sosial (JPS) APBD II yang disalurkan PD. Agro Selaparang di tahap ke dua telah disalurkan di 21 Kecamatan Lombok Timur. Jika ditemukan ada laporan dari masyarakat terkait paket yang mengalami kerusakan atau hilang PD. Agro sebagian panyalur tunggal siap menggantinya.

“Kita akui kalau penyaluran ini, ada yang rusak ataupun hilang dikarenakan pada saat pengemasan mungkin karyawan khilap dan jika rusak tolong di informasikan ke PD. Agro dan kita siap menggantinya,” Kata Dirut PD. Agro Selaparang M. Sukirman saat ditemui di Kantornya Kamis (25/06).

Dikatannya, bahwa untuk mempercepat proses pemaketan JPS APBD II ini pihak Agro melibatkan 150 orang yang khusus untuk mengisi item dalam paketan. Dimana proses pemaketan dilakukan di Balai Loka Kerja Internasional (BLKI) yang berada di Lenek .

“Ada 150 orang kita pekerjaan untuk memaketkan bantuan sebanyak 76. 285 ribu paket dan ini harus kita lakukan tepat waktu agar penyaluran bisa berlangsung sesuai jadwal yang ada. Sehingga tak memungkiri ada beberapa item yang hilang dan kita juga tetap mengecek paket tersebut sebelum disalurkan” Terangnya

Jauh sebelumnya Sukirman juga menginformasikan kepada Pihak Kecamatan, Lurah maupun Desa jika dalam proses penyaluran yang dilakukan oleh Armada Agro ditemukan ada barang yang rusak seperti telur, agar segera diinformasikan kepada pihak Agro untuk segera langsung diganti.

“Kita juga melakukan evaluasi selama penyaluran bantuan tahap pertama dan kedua, evaluasi ini kita lakukan sebagai langkah memaksimalkan kinerja PD . Agro pada saat penyaluran tahap selanjutnya.” Imbuhnya

Sementara itu, ada 31 Desa dari 5 Kecamatan yang tertuda menerima bantuan dikarenakan desa menolak untuk disalurkan. Tertundanya penyaluran tersebut Dikatakan Sukirman dengan berbagai alasan, salah satunya yakni masalah data.

“Terhadap desa yang ditunda penyalurannya, kami dari pihak Agro juga minta berita acara penolakan bagi desa yang menolak untuk disalurkan bantuan. Berikut dengan alasan penolakan, sebagai laporan untuk kita ajukan ke Disperindag,” Tutupnya (STV-4)