Polisi Tangkap Basah Kadus yang Memotong Dana BST Kemensos

2454

SELAPARANGTV.ID- Unit Tipikor Sat Reskrim Polres Lotim menangkap basah Kadus Paok Pondong Lauk berinisial HE, 39 Tahun Desa Lenek Tengah, Kecamatan Lenek, Lombok Timur saat melakukan tindak pidana pungli terhadap masyarakat penerima bantuan pemerintah berupa dana Bantuan Sosial Tunai (BST) dari Kementrian Sosial Rabu (10/06) sekitar pukul 13.00 wita.

“Pelaku kita tangkap dirumahnya, saat menerima uang potongan dari korban sebesar Rp. 100.000,” Kata Kasat Reskrim Polres Lotim
AKP. Daniel P. Simangunsong, S.I.K.

Penangkapan ini berdasarkan informasi yang didapatkan petugas dari salah satu korban yang melapor ke petugas kepolisian.

Dijelaskan Daniel, modus pelaku yakni mengumpulkan warga sebanyak 17 orang penerima BST Kemensos untuk selanjutnya masing-masing orang akan di ambil uangnya sejumlah Rp. 100.000 dari Rp. 600.000 yang diterimanya dengan alasan untuk memberikan kepada masyarakat yang belum menerima bantuan.

“Jika masyarakat tidak menyerahkan uang kepada pelaku dengan jumlah yang disepakati, maka Kadus mengancam akan mencoret namanya dari daftar penerima bantuan , ” Jelas Daniel

Dilanjutkannya, pelaku kadus ini sudah melakukan pungli kepada 12 orang dengan rata-rata menarik 100 ribu dan ada juga yang 50 ribu. Sementara korban yang belum menyerahkan uang akan didatangi oleh kadus kerumahnya dan dipaksa untuk memberikan uang potongan tersebut.

“Pelaku ini sudah menjalankan pungli dari tahap pertama pencairan BST dan pelaku kita tangkap saat meminta uang potongan BST tahap ke dua kepada korban ,” Tambahnya

Selain menangkap pelaku , petugas juga berhasil mengamankan sejumlah barang bukti berupa uang tunai sebesar Rp 100.000 ditangan pelaku, serta uang Tunai hasil pungutan dari penerima manfaat lainnya sebesar Rp 1.050.000 didalam kantong pelaku, rekap nama penerima manfaat yang sudah dipungut
, juga daptar penerima manfaat BST dan daptar penerima bantuan pemerintah di Dusun Paok Pondong Lauk.

Saat ini pelaku dan barang bukti diamankan di Polres Lotim. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya pelaku dikenakan pasal 12 e dengan ancaman kurungan badan minimal 4 tahun penjara dan maksimal 20 tahun penjara . (STV-4)