Dana Bantuan Anak Yatim Harus Tertib Administrasi

155

SELAPARANGTV. ID– Dana Bantuan Anak Yatim Harus Tertib Administrasi Pemerintah daerah Kabupaten Lombok Timur melalui Dinas Sosial akan segera menyalurkan bantuan sosial pendidikan untuk anak yatim yang ditempatkan di pondok pesantren di Lombok Timur. Dimana penyaluran bantuan tersebut diharapkan harus tertib administrasi kepada ponpes yang bersangkutan.

Kepala dinas sosial Kabupaten Lombok Timur Haji Ahmad mengatakan, kepada pondok pesantren penerima bantuan sosial biaya pendidikan anak yatim agar tertib administrasi dalam membantu pemerintah melaksanakan program sosial khusus untuk anak yatim calon hafiz dan hafizah.

“kita kumpulkan semua pimpinan pondok pesantren dalam rangka kita menertibkan administrasi karena pimpinan pondok pesantren barangkali tidak memahami tentang administrasi bantuan sosial,” Jelas Ahmad

Ahmad menegaskan, hal ini dibutuhkan sebagai bentuk pertanggungjawaban penggunaan anggaran pemerintah serta pemilihan tertib administrasi bagi pondok pesantren tertib administrasi, ini diingatkan jelang pelaksanaan program tersebut di mana seribu anak yatim akan mendapatkan bantuan sebesar dua koma lima juta rupiah per orang selama satu semester.

“kita ingin untuk registrasi bahwa yang kita berikan itu adalah khusus anak yatim yatim piatu dan anak terlantar itu yang akan disekolahkan oleh pimpinan pondok pesantren dengan masing masing kita berikan dua setengah juta per anak persemester,” Kata Ahmad

Adapun bantuan tersebut berupa biaya hidup yang dititipkan melalui dua puluh empat pondok pesantren di Lombok Timur dengan jumlah anak yatim beragam. Sebelumnya program ini dianggarkan untuk dua semester tahun ini namun kendala dalam penetapan penerima bantuan pada semester belumnya membuat program ini baru bisa dijalankan saat ini.

Ditambahkannya dengan adanya program ini sekiranya bisa mengatasi atau membantu Dinsos untuk menurunkan angka kemiskinan di Kabupaten Lombok Timur.

Diharapakan bantuan ini sebagai subsidi untuk pondok pesantren yang membina anak yatim piatu dan terlantar, sebagai bantuan biaya hidup selama tiga tahun mengenyam pendidikan di pondok pesantren. Syarat penerima program ini sendiri harus pondok pesantren dengan santri yang di asrama serta adanya program tahfidz untuk santri Tahun 2020 mendatang Pemda berencana menambah alokasi anggaran program ini mencapai 7,5 milyar rupiah. (STV)