Polres Lotim Ungkap Kasus 3C Tahun 2019 di Depan Awak Media

177

SELAPARANGTV.ID- Berlangsung di halaman Mako Polres Lotim Senin (02/12) dihadiri seluruh awak media baik online, cetak dan elektronik Satreakrim Polres Lotim gelar Press Conference Ungkap Kasus 3C tahun 2019.

Dalam Press Conference Kapolres Lombok Timur AKBP. Ida Bagus Made Winarta yang didampingi WaKapolres Kompol. Bayu Eko Panduwinoto, Kasatreskrim AKP. I Made Yogi Purusa Utama, bersama Anggota kepolisian menuturkan, terhadap hasil kerja Polres Lotim khusunya dalam pengungkapan Kasus yang menonjol yakni 3C ( Curat, Curas dan Curanmor) selama tahun 2019, mulai dari bulan Januari Samapi bulan Desember

Dijelaskannya, pengungkapan kasus ini tidak bisa terungkap tanpa sinergi atau kerjasama dengan masyarakat, seluruh personil baik bidang opersional maupun bidang pembinaan dan kerjasama intasnsi terkait lainnya sehingga dengan kurun waktu satu tahun ini telah berhasil mengungkap sebanyak 64 laporan polisi terkait dengan 3C.

“Dari pengungkapan tersebut kita berhasil mengamankan 79 pelaku yang terdiri dari 76 orang dewasa dan 3 orang masih dibawa umur,” Jelas Kapolres Lotim Ida Bagus

79 Tersangka kini dalam proses penyidikan begitu pun penyelidikan masih berjalan dan sudah dilimpahkan baik ke kejaksaan negeri maupun keparamita artinya ada 58 tersangka dilimpahkan ke Kejari dan 3 orang anak dibawah umur dilimpahkan ke Paramita dan 18 orang lainnya masih dalam proses penyidikan.

Adapun barang bukti yang berhasil disita di antaranya R2, R4,R6 dan barang elektronik lainnya namun yang dilihat hanya sebagian karena barang bukti tersebut sebagian sudah dilimpahkan ke Kejari.
Jumlah keseluruhan BB ada R2 sebanyak 82 unit, 30 unit sudah di tahap duakan dan 52 di polres, sementara R4 sebanyak 10 unit , 2 unit tahap 2, 7 unit dalam rangka penyelidikan dan 1 unit titip rawat kepemilik, sedangkan R6 sebanyak 2 Unit , 1 unit tahap 2 dan 1 unit diamankan di polres. Berikut BB lainnya berupa Parang 7 unit, Mesin Kapal 6 unit, Laptop 2 unit, Tas 2 buah, Hp 10 unit kunci T 2 buah total keseluruhan barang bukti sebanyak 119 unit.

“Kendaraan R4 yang di ambil mayoritas jenis Pic up dan mereka para pencuri hanya butuh waktu 5 sampai 10 menit untuk mengambilnya dengan mengunakan alat bantu kabel atau soket,” Kata Ida Bagus

Setelah ditelusuri ternyata para pelaku sebagian besar terindikasi melakukan kejahatan yang mengarah pada kejahatan narkoba, dimana sebelum dan sesudah melakukan kejahatan para pelaku mengonsumsi narkoba jenis sabu. Pelaku ini juga merupakan kebanyakan residivis spesialis yang sering mengulang kejahatannya meskipun pernah di tahan.

“Hasil mereka melakukan kejatan digunakan untuk membeli sabu sehingga sangat berantai kegiatan kejatahan yang mereka lakukan,”

Dikatakannya untuk keberhasilan penangkapan kendaraan bermotor ini, banyak di tangkap juga selain dari tangan pelaku langsung yakni beberapa dari penadah. Sementara untuk mengelabui petugas maupun pembeli para tersangka juga menggosok NOKA (Nomor Kendaraan) dan NOSIN (Nomor Mesin), kemudian juga kendaraan yang berhasil di seberabgkan kepulau Sumbawa berhasil di gagalkan.

Untuk meminimalisir tindakan kejahatan di wilayah hukum Polres Lombok Timur kedepannya akan terus melakukan upaya-upaya kegiatan rutin maupun kegiatan khusus yaitu kegiatan patroli serta pembinaan masyarakat dan menghimbau masyarakat agar tetap waspada dan lebi berhati-hati. Karena para tersangka melakukan kejahatan tidak mengenal pelakunya.

“Kita akan membuat satgas yang di bagi di beberapa titik dengan pola patroli dan pola razia sehingga dengan pola pola tersebut situasi khususnya kejahatan pencurian di wilayah kabupaten lombok timur ini akan jauh mengalami penurunan,”

Meskipun sudah banyak pelaku tertangkap namun masyarkat harus waspada karena para pelaku yang baru bisa saja di rekrut atau terpengaruh oleh Narkoba. Apalagi menjelang akhir tahun pihaknya menghimbau kepada masyarakat untuk bisa berhati hati menjaga harta yang dimiliki karena kegiatan ini khususnya 3C banyak terjadi di daerah pemukiman.

Berdasarkan hasil evaluasi petugas mengajak kepala desa serta masyarakat bersama-sama untuk melakukan ronda malam menjaga lingkungan sekitar lingkungan agar lebih aman dan terjaga dari korban pencurian . Kemudian jika ada orang yang tidak dikenal meminta tebusan, jangan dituruti dan segeralah melaporkan orang tersebut ke pihak berwajib untuk segera ditangani.

Kegiatan berlanjut pada testimoni penyerahan kunci mobil dan sepeda motor kepada korban, dan Kedua korban menyampaikan terimakasih kepada pihak kepolisian yang sudah berhasil mengungkap pelaku pencuri dengan cepat dan ia menghimbau kepada masyarakat agar tetap waspada dan tidak mengabaikan keamanan agar tidak menjadi korban pencurian.

Sementara satu dari puluhan tersangka dihadirkan di depan awak media untuk memberikan pernyataan terkait bagaimana proses atau cara mereka mencuri dan menjual hasil curiannya. Dari pengakuan residivis ini bahwa dirinya akan berjanji untuk berhenti melakukan kejahatan mencuri karena tidak berani lagi berurusan dengan kepolisian apalagi dengan polisi yang membawa Senjata Api karena takut di tembak lagi. Terkahir penyerahan baju kepada awak media yang selalu aktif, ikut membantu kepolisian dalam memberitakan kejahatan di wilayah hukum Polres Lombok Timur (STV_4)