Upacara HUT Korpri 48 Lombok Timur: Instruksi Pusat, Penghapusan Pejabat Eselon III Dan IV

365

SELAPARANGTV.ID- Puncak Peringatan HUT Korpri ke 48 Tahun 2019 Tingkat Kabupaten Lombok Timur, ditandai dengan digelarnya Upacara Bendera yang diikuti oleh seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN ) Lingkup Pemerintah Kabupaten Lombok Timur, Jum’at (29/11).

Nampak hadir pada upacara yang di gelar dihalaman Kantor Bupati tersebut Forkopimda, Para Assisten, Staf Ahli Kepala Dinas dan Badan Lingkup Pemda Lombok Timur.

Selaku inspektur Upacara Bupati H.M.Sukimn Azmy, membaca sambutan Presiden Republik Indonesia sekaligus Penasihat Nasional KORPRI.

Presiden menyampaikan apresiasi khusus pada anggota KORPRI yang bertugas di pelosok – pelosok negeri, di pulau-pulau terdepan, di kawasan perbatasan dan wilayah-wilayah terisolir. Mereka adalah abdi negara yang menjalankan tugas dengan penuh dedikasi, untuk memastikan negara hadir di seluruh penjuru tanah air.

Dalam amanatnya, dunia berubah dengan cepat, yang sangat berbeda dengan dua puluh, tiga puluh atau empat puluh tahun yang Ialu. Revolusi industri jilid ke-4 telah mendisrupsi segala Iini kehidupan, bukan hanya cara dalam berkomunikasi tapi juga dalam cara mengelola pemerintahan.

Di sisi Iain, persaingan antar negara juga semakin sengit untuk berebut teknologi, berebut pasar dan memperebutkan talenta-talenta hebat yang digunakan untuk memajukan negaranya.

“Dalam menghadapi perubahan dan persaingan itu, kita tidak boleh takut. Kita harus menghadapi persaingan itu dengan cara-cara baru, dengan terobosan-terobosan baru. Kecepatan, kreativitas dan inovasi adalah kunci. Cara-cara lama yang monoton, yang tidak kompetitif tidak bisa diteruskan lagi. Kita harus bisa Iebih cepat dan lebih baik dibandingkan dengan negara lain,” kata Presiden dalam amanatnya yang dibacakan Bupati Lombok Timur, HM Sukiman Azmy.

Karena itu, Ia mengajak seluruh anggota KORPRI untuk mengambil jalan perubahan, melakukan reformasi secara berkelanjutan. Tidak ada Iagi pola pikir lama. Tidak ada Iagi kerja linear. Dan tidak ada Iagi kerja rutinitas. Birokrasi harus berubah. Kita harus membangun nilai-nilai baru dalam bekerja, cepat beradaptasi dengan perubahan.

“Saya mengajak seluruh Anggota KORPRI untuk terus menerus bergerak mencari terobosan, terus menerus melakukan inovasi. Pelayanan yang ruwet, berbelit-belit dan yang menyulitkan rakyat, harus kita pangkas. Kecepatan melayani menjadi kunci reformasi birokrasi,” jelasnya.

Orientasi birokrasi harus betuI-betul berubah, bukan Iagi berorientasi pada prosedur, tapi lebih berorientasi pada hasil nyata. Panjangnya rantai pengambilan keputusan juga harus bisa dipotong, dipercepat dengan cara penerapan teknologi.
“Saya sudah minta eselon 3 dan 4 untuk ditiadakan, sehingga pengambil keputusan bisa lebih cepat. Hal yang pahit harus kita Iakukan. Karena di era persaingan antarnegara yang semakin sengit seperti saat ini jika kita lambat, kita pasti tertinggal. Karena itu ukurannya adalah bukan lebih baik dari sebelumnya tapi lebih baik dari negara Iain yano menjadi saingan kita,” paparnya.

Presiden juga mengingatkan untuk mengurangi kegiatan seremonial yang sifatnya rutinitas dan lebih meningkatkan produktivitas serta berorientasi pada hasil. Tugas birokrasi adalah memastikan rakyat terlayani dengan baik serta program-program pembangunan betul-betul terdelivered, dirasakan manfaatnya oleh rakyat. Sekedar melayani saja sudah tidak cukup, pelayanan yang diberikan harus baik dan diimbangi dengan kemudahan serta kecepatan.

masih dalam amanatnya, Presiden menegaskan, dengan kemajuan teknologi, cara kerja birokrasi juga harus berubah. Inovasi teknologi harus bisa mempermudah, bukan mempersulit pekerjaan. Kemajuan teknologi adalah instrumen untuk mempercepat penyelesaian masalah. Masalah saat ini harus kita selesaikan dengan smart shortcut yang lebih cepat, lebih eflsien dan lebih memberikan dampak yang luas.

“Kita harus optimis menatap masa depan. Kita harus percaya diri menghadapi tantangan kompetisi global. Kita harus yakin menjadi salah satu negara terkuat di dunia. Menjadi negara pemenang.
Kuncinya adalah kita mau bersatu. Persatuan dan kesatuan adalah pengikat kita untuk menuju Indonesia maju. Tanpa persatuan, kemajemukan negara kita, tidak akan pernah menjadi energi kolektif untuk mencapai kemajuan. Tanpa persatuan, kita akan menjadi negara yang Iemah dan pecundang,” imbuhnya.

Karenanya, Presiden mengajak pada seluruh anggota KORPRI yang tersebar di seluruh Indonesia menjadi garda terdepan dalam merajut persatuan. menjaga tali persaudaraan sebagai satu saudara se-bangsa dan se-tanah air.

Pada kesempatan tersebut Bupati Sukiman menambahkan, penghapusan pejabat eselon III dan IV oleh pemerintah pusat tidak menyebabkan keresahan para pejabat di jajaran Pemda Lombok Timur. pPenghapusan tersebut jelasnya hanya merubah nomenklatur akan diganti dengan job yang ahli dibidangnya.

Ia menyebutkan jajaran birokrasi Lombok Timur patut berbangga, beberapa keberhasilan diraih di tahun 2019 ini, diantaranya terpilihnya Desa Kembang Kuning sebagai Desa Wisata Berkembang terbaik se Indonesia. Ombusman memberikan penghargaan Predikat Kepatutan Tinggi 2019 terhadap standar pelayanan publikasi dan Pemerintah Provinsi NTB telah menetapkan Kabupaten Lombok Timur sebagai daerah yang paling pro aktif dalam menurunkan angka kemiskinan tahun 2019 dibidang RTLH, bantuan modal usaha, Bea siswa anak yatim, bansos telah beralih ke Kecamatan, stunting dan gizi buruk.

Untuk itu, Ia berharap kepada seluruh aparat birokrasi, ASN maupun masyarakat agar tetap mendukung arah pembangunan yang telah tepat tersebut dan tetap melanjutkannya.

Pada kesempatan itu, dilakukan pembagian hadiah bagi para pemenang Lomba diantaranya Anggoata Korpri teladan yang diraih oleh M.Toha.S.Pd dari SDN.3 Suela, Kaharudin. S.Sos Instansi Kantor Camat Lenek, L.Suruji Ahmad S.Km Dinas Kesehatan, Jumahir Sekretariat Daerah dan Marzuki.S.Sos dari Dinas Kominfo masing-masing mendapatkan hadiah Umroh. berikutnya diberikan kepada 6 orang pegawai berprestasi sebagai peringkat pertama diraih oleh Baiq. Imran Suryaningsun,SP.Msi mendapatkan hadiah berupa Piala, Piagam Penghargaan dan uang pembinaan sebesar Rp. 4.000.000.- selanjutnya lomba Pengucapan Panca Prasatya Korpri yang diraih oleh L. Achmad Nadorsyah SH. dan pemberian bantuan kepada 20 pegawai golongan I dan II pada Lingkup pemda Lombok Timur. (STV)