CPMI Tujuan Arab Saudi Belum Dapat Diproses

223

SELAPARANGTV.ID- Standar persyaratan untuk menjadi Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) harus sesuai dengan kesepakatan yang telah diatur Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans). Terutama negara tujuan seperti Arab Saudi.

Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi Kabupaten Lombok Timur melalui Kepala Bidang Pelayanan Penetapan Tenaga Kerja Moh. Hirsan S.Ap mengatakan, sampai saat ini proses pemberangkatan CPMI menuju Arab Saudi belum bisa diproses, dikarenakan perusahaan belum mengajukan standar persyaratan yang telah disepakati bersama Disnakertrans.

“Kesepakatan tersebut membahas sertifikat yang merupakan persyaratan penting yang harus dimiliki CPMI sesuai dengan bidang atau keahlian yang dimiliki dan itu mutlak, selain persyaratan dokumen lainnya ,” Jelas Hirsan saat ditemui diruang kerjanya Kamis (28/11).

Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang bekerja di Luar Negeri harus memiliki Sertifikat kompetensi sesuai dengan bidang yang dimiliki agar dapat diproses di Disnakertrans. Diantaranya, bidang pembantu rumah tangga, Sopir, Pengasuh dan bidang-bidang lainnya. Dengan demikian, para PMI tersebut dapat bekerja dengan profesional dan tidak lagi terlibat kasus, yang menyebabkan PMI kabur dari majikannya.

“Jika PMI ditempatkan di bidang yang tidak sesuai dengan isi dokumen, dipastikan pekerja tersebut lari dari majikannya seperti pekerja memiliki sertifikat ahli di bidang sopir namun ditempatkan jadi penjaga toko atau pelayan toko,” ujarnya.

Untuk mengantisipasinya, sesuai dengan peraturan Gubernur Nusa Tenggara Barat, yang sebelumnya diadakan rapat di BLK Lombok Tengah, menetapkan CPMI harus memiliki sertifikat kompetensi bidang yang di dapat melalui pelatihan baik di BLKN maupun LPK Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) lainnya asalkan lembaga tersebut sudah mendapatkan akreditasi.

Jika perusahaan penyalur tenaga kerja memiliki LPK yang sudah terakreditasi, maka perusahaan tidak lagi mendaftarkan CPMI ke BLKN karena perusahaan sudah memiliki instruksi atau pelatih yang kompeten dan memiliki Badan sertifikat nasional yang siap melatih CPMI. Namun perusahaan yang tidak memiliki LPK diwajibkan untuk melatih CPMI ke BLKN.

“Sertifikat ini tidak hanya di peruntukan pada CPMI ke Arab Saudi saja akan tetapi digunakan untuk seluruh negara tujuan lainnya dan kita juga akan berikan tindakan tegas kepada PMI yang melarikan diri dari majikannya,” tegas Hirsan. (STV-4)