2020, Disperkim Sulap RTLH Jadi Homestay di Sembalun

171

SELAPARANGTV.ID – Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) Kabupaten Lombok Timur pada tahun
2020 mendatang akan membangun Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yang berada di Sembalun menjadi homestay.

“Kita sudah mengadakan rapat 2 bulan lalu, di mana pada tahun 2020, kita akan eksekusi tentang Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) bersama dinas terkait lainnya seperti infrastruktur jalan yang ditangani PUPR , destinasi wisata oleh Dinas Pariwisata, lingkungan hidup oleh DLHK. Sedangkan untuk bagian perencanaan di tangani Bapenda dan Perkim di kawasan permukiman terlibat dalam penyediaan rumah, ” Jelas Ir. Sahri Kadis Perkim belum lama ini.

Sahri menjelaskan, terkait perumahan pihaknya telah mengusulkan ke pusat dan mendapat persetujuan untuk kemudian selanjutnya mendampingi tim dari pusat untuk survey lima lokasi desa yang berada di Sembalun. Sasarannya adalah rumah tidak layak huni akan dibangun menjadi rumah layak huni. Dimana sebagian rumah tersebut satu atau dua kamar akan dijadikan homestay .
“Ini tergantung situasi lahan yang mereka siapkan untuk homestay, jadi rumah harus ditempati oleh pemiliknya kemudian kamar lainnya di jadikan homestay, ” Kata Sahri.

Sehingga masyarakat di Sembalun bisa memperoleh penghasilan melalui penyewaan homestay tersebut dan ini juga merupakan bagian dari program pendukung atau tambahan dari zona inti.

Sementara itu terkait jumlah RTLH, Disperkim telah mengusulkan sebanyak 150 unit dan masih dilakukan verifikasi data dan secepatnya bisa diselesaikan untuk dilaporkan ke pusat.

“Pada saat mereka datang mensurvei dan menyatakan lima sampai sepuluh RTLH yang akan dibangun . Namun setelah kita lakukan komunikasi dan melihat lokasi banyaknya masyarakat yang membutuhkan itu maka meningkat menjadi 50-60 RTLH yang nantinya akan dibangun pada tahun 2020,” sebut Sahri.

Masih menurut Sahri, ini dilakukan karena kita tahu bahwa ada namanya KSPN super prioritas di lombok seperti kawasan Senggigi di Lombok Barat, Mandalika di Lombok Tengah, Kawasan Tiga Gili di KLU, dan kawasan Geopark Rinjani di Lombok Timur. Dan hal ini akan tetap diusulkan untuk tahun-tahun berikutnya agar dapat dinikmati oleh masyarakat dan bisa meningkatkan perekonomiannya.

Kegiatan ini pun tambahnya, sangat di dukung oleh Bupati Lombok H, Sukiman Azmi setelah pihak Disperkim melaporkannya.
“Pak bupati langsung memerintahkan kepada dinas perkim, dinas pariwisata dan dinas dinas terkait lainnya untuk mengajak delapan belas desa yang sudah termasuk menjadi desa wisata di lombok timur untuk melakukan kegiatan belajar melihat serta merasakan bagaimana sesungguhnya kita mengelola homestay,” jelas Sahri. (STV-4)