NTB Watch Gelar Pelatihan Memerangi Radikalisme di Pesantren

58

SELAPARANGTV-CO – Media Sosial (Medsos) acapkali menyediakan konten-konten yang dapat merubah pola pemikiran seseorang menjadi radikalisme.
Mengantisipasi kemungkinan yang terjadi, NTB Watch, menggelar kegiatan sosialisasi sebagai upaya menimalisir paham radikalisme ketika berada di Pondok pesantren, Minggu, (17/11).

Kaza Roni Kaur Kesiswaan Ponpes NW Al-Majidiyah Kelurahan Majidi Kecamatan Selong Kabupaten Lombok Timur mengatakan bahwa paham radikalisme sangat berbahaya di negara Indonesia.

“Munculnya terorisme berawal dari munculnya paham radikalisme”, katanya.

Sehingga ia berharap, kegiatan pelatihan radikalisme ini dapat diikuti dengan seksama oleh para santri sebagai upaya untuk memerangi dan menimalisir tindakan tersebut.

Sementara itu, Ketua Lakpesdam NU Lombok Timur Suriadi menyampaikan, radikalisme bersifat fanatik dan cenderung tidak menerima ajaran orang lain sebagai akar muara terorisme berawal dari tindakan pola-pola radikalisme.

“Salah satu cirinya dengan merasa benar sendiri, inklusi, intoreran, mudah mengkafirkan orang lain dan lebih-lebih menolak NKRI,” himbuhnya di depan puluhan Santri Ponpes NW Al-Majidiyah.

Jika ideologi pancasila tidak dibenarkan maka tokoh-tokoh pencetus ormas besar seperti NU, NW, Muhammadiyah sebagai organisasi massa adalah yang pertama kali menolaknya.

“Kita sebagai penerus harus menerima pancasila dan NKRI,” tambahnya.

Demikian pula yang disampaikan Wakil Dekan Tarbiyah IAIH NW Pancor Mastur. Menurutnya, ada kelompok yang datang dengan jargon agama sebagai upaya untuk memecah belah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Karakteristik radikalisme menolak paham orang lainnya dan kelompok orang lain. Radikalisme merupakan murni gerakan politik,” ucapnya. (STV-5)