DPD KNPI Lotim Minta Pemda Proteksi Peternak Ayam dari Mafia

61

SELAPARANGTV.CO- Ketua DPD KNPI Lombok Timur, Taufik, menganggap bahwa para peternak ayam selama ini kurang mendapatkan Proteksi dari Pemerintah.

Besarnya potensi ekonomi yang dapat gerakkan di sektor ini haruslah diimbangi dengan kebijakan. Sehingga, masyarakat sebagai peternak mengetahui kehadiran pemerintah daerah.

“Coba kita cek, bibit ayam kita, kualitasnya bagaimana, Cek kondisi pakan ayam kita, kalori nya berapa? Sudah sesuai aturan gak? Siapa yang dominasi pakan ternak ayam ini? Terus harga jual ayam ini terjamin gak?
Saya kira pemkab harus hadir menjawab persoalan ini,” ujar Taufik, Kamis, (14/11).

Dikatakannya, dengan hadirnya raksasa peternakan di wilayah Lotim, massifnya kemitraan perusahaan dengan peternak, dikhawatir hanya bisa menjadi “mainan” bagi mereka.

“Kita tidak bisa mengontrol kualitas Pakan Ternak, tidak bisa mengontrol kualitas bibit ayam sehingga hanya menerima bibit dan pakan yang kurang berkualitas,” katanya.

Untuk itu, dalam rangka memberikan perlindungan terhadap peternak dari ancaman dominasi mafia dibidang Peternakan ayam, disarankan kepada pemerintah daerah untuk segera membentuk Satuan Tugas (Satgas) khusus menangani peternakan. Hal ini penting dalam rangka menjamin segala persoalan diatas agar masyarakat peternak Lotim dapat menikmati usahanya tanpa harus menghadapi persoalan persoalan yang menjadi domain pemerintah.

“Silahkan pemda mengisi Satgas Peternakan itu dengan para ahli dibidangnya masing-masing. Sekali lagi kami sarankan agar pemerintah hadir dalam soal ini, kami yakin di Pemerintahan serius dan punya komitmen yang lebih baik terhadap peternak lokal Kita (Ayam) dan akan lebih diperhatikan sehingga dapat lebih mandiri,” paparnya.

Masih kata Taufik, patut disyukuri bahwa di Lombok Timur ini ada 2 perusahaan yang bergerak di bidang peternakan ayam, yakni Japfa diwilayah utara dan Fokhpand diwilayah selatan. Tentu kehadiran dua raksasa dibidang peternakan ayam ini sangat memberikan angin segar bagi perkembangan dunia peternakan di Lotim. sehingga merangsang para masyarakat lokal untuk beternak ayam di kampung. Mulai dari dengan kandang kecil sampai dengan kandang yang super.

“Ini menandakan bahwa geliat perkembangan peternakan kita sudah bangkit dan bisa menjadi andalan mata pencaharian masyarakat, apalagi masyarakat lombok timur ini masyarakat dengan jumlah penduduk terbesar sehingga potensi konsumsi telur dan ayam juga sangat besar, terlebih lagi dunia pariwisata kita sudah mulai bangkit sehingga membutuhkan suplai logistik yang lebih,” jelasnya.

Dia menambahkan, besarnya minat masyarakat dalam peternakan ayam ini bisa dilihat dengan banyaknya kandang-kandang ayam di perkampung, baik yang swadaya (mandiri) maupun yang bermitra dengan perusahaan.

Untuk itu, pemerintah harus hadir dalam memberikan proteksi terhadap peternak lokal. “Selama ini belum ada kita dengar sebuah gerakan besar di bidang peternakan,” tandas Taufik. (STV-3)